Kamis, 16 Mei 2013

Posted by Ramot Hutasoit |

Karya musik nonvokal Batak Toba

 
Gondang Sabangunan

Banyak istilah yang diberikan para ahli kebudayaan ataupun istilah dari masyarakat Batak itu sendiri terhadap gondang sabangun,yaitu Agung sebangunan,Gondang parhohas na ualu dan sebagainya.

Dari istilah tersebut yang paling menarik adalah “parhohas na ualu” yang mempunyai pengertian perkakas nan delapan. Istilah imi umumnya dipakai oleh tokoh-tokoh yua saja,dan biasanya disambung lagi dengan kalimat “simaningguak di langit natondol ditano”(artinya berpijak diatas tanah sampai juga kelangit). Menurut keyakinan Batak Toba dahulu,apabila gondang sabangunan tersebut dimainkan,maka suaranya akan terdengar sampai kelangit dan semua penari mengikuti gondang itu dan melompat-lompat seperti kesurupan diatas tanah (na tondol di tano).

Gondang sabangunan sebagai kumpulan alat-alat musik tradisional Batak Toba,terdiri dari:Taganing,sarune,ogling oloan,ogling ihutan, ogling panggora dan ogling doal. Berikut fungsi masing-masing instrumen:

 
v    Taganing

Taganing memiliki tanggung jawab dalam penguasaan repertoar  dan memainkan melodi bersama-sama sarune. Repetoar berfungsi sebagai pembawa melodi,tapi pada penyajian gondang taganing berfungsi sebagai “pengabda” atau “dirigen” dengan isyarat-isyarat ritme yang harus dipatuhi oleh seluruh anggota ensambel dan pemberi semangat kepada pemain lainnya.

Taganing adalah drum set melodis(drum-chime),yaitu terdiri dari lima buah gendang yang gantungan dalan sebuah rak.Bentuknya sama dengan gondang hanya ukurannya bermacam-macam. Yang paling besar adalah gandang paling kanan dan semakin kekiri ukurannya semakin kecil serta nadanya juga demikian.

 
v    Sarune

Sarune berfungsi sebagai alat untuk memainkan melodi lagu yang dibawakan oleh taganing.

 
v    Ogung Oloan

Ogung Oloan mempunyai fungsi sebagai instrumen ritme konstan yaitu memainkan dengan lagu model yang tetap.

Oloan ini terbuat dari bahan metal/perunggu dengan sistem cetak.Sekarang ini terbuat dari bahan besi pelat yang dibentuk sedemikian rupa.Untuk membedakannya dengan suara ogung lainnya lainnya maka tuning yang dilakukan adalah dengan menempelkan geteh puli dibagian gong tersebut. Ukuran Oloan garis tengah lebih kurang 32,5 cm,tinggi 7 cm,dan bendulan ditengah dengan diameter lebih kurang 10 cm.

Oloan dipukul pencunya dengan stik yang terbuat dari kayu dan pangkal ujungnya dilapisi dengan kain atau karet.

 
v    Ogung Ihutan

Ihutan berukuran dengan garis tengah 31 cm,tinggi 8 cm,diameter pencu 11 cm.Ritmenya konstan dan litany sehingga bunyi sahut-sahutan antara dua gong disebut polol-polol.

 
v    Ogung Panggora

Bunyi gong ini adalah “pok”. Bunyi ini timbul karena gong ini pencunya dengan stik dipukul sambil berdiri dan sisinya dimunte (diredam) oleh tangan. Gong ini adalah gong terbesar diantara keempat gong tersebut yang mempunyai ukuran garis menengh 37 cm,tinggi(tebal) 6 cmdan diameter pencunya lebih kurang dari 13 cm.

 
v    Ogung Doal

Ogung Doal dengan bunyi “kel” sehingga apabila dimainkan secara bersamaan dengan gong panggora akan kedengaran pok - kel - pok – kel dan seterusnya dengan ritem yang tidak berubah-ubah sampai komposisi sebuah gondang habis.

 
Gondang Hasapi

Ensambel gondang hasapi adalah ensambel musik dengan menggunakan hasapi sebagai pembawa melodi disertai alat musik sulim. Hasapi ende digunakan sebagai pembawa melodi dan garantung sebagai pembawa tempo.

 
v    Garantung

Garantung adalah jenis alat pukul yang terbuat dari wilahan kayu (xylophone) yang terbuat dari kayu ingol dan dosi. Garantung terdiri dari 7 wilahan yang digantungkan di atas kotak yang sekaligus sebagai resonatornya.Masing-masing wilahan mempunyai nada yaitu, 1 (do), 2 (re), 3 (mi), 4 (fa), 5 (sol), 6 (la), 7 (si) kemudian disambungkan ke tali.

Garantung dimainkan dengan dua buah stik untuk tangan kiri dan kanan.Alat musik ini dapat dimainkan secara solo (tunggal),namun dapat dimainkan dalam satu ensambel.

 
v    Sulim   

Sulim adalah alat musik tiup yang terbuat dari bambu seperti seruling atau suling. Sulim memiliki 6 lubang nada dengan jarak antara satu lubang nada dengan lubang nada lainnya dilakukan berdasarkan pengukuran-pengukuran tradisional.

Perbedaan sulim ini dengan suling-suling yang lain adalah suara yang dihasilkan selalu bervariasi. Hal ini dikarenakan adanya satu lubang yang dibuat khusus untuk menghasilkan vibrasi.

 
v    Tagading Odap

Odap adalah gendang dua sisi berbentuk konis.Odap juga terbuat dari bahan kayu nangka dan kulit lembu serta tali pengencang terbuat dari rotan. Ukuran tingginya lebih kurang 34-37 cm,diameter membran sisi satu 26 cm dan diameter membran sisi 2 lebih kurang 12-14 cm.

 
v    Sarune Etek

Sarune etek merupakan alat musik aerophone.Sarune etek diunakan sebagai pembawa melodi.

 
v     Hasapi Ende

Hasapi ende merupakan alat musik jenis chordophone.Hasapi ende digunakan sebagai pembawa melodi.

 
v    Hesek

Hesek adalah instrumen musik pembawa tempo utama dalam ensambel musik gondang hasapi. Hesek merupakan alat musik perkusi konkusi. Hesek terbuat dari bahan metal,namun ukurannya relatif jauh lebih kecil dengan diameter lebih kurang 10-15 cm.

Hesek berfungsi sebagai  menuntun instrumen lain secara bersama-sama dimainkan. Tanpa hesek,permainan instrumen akn terasa kurang lengkap.

 
Beberapa contoh gondang yang dipakai dalam upacara adat dan lainnya :

 

Gondang Mula-mula

Bentuk upcara yang termasuk gondang mula-mula antara lain:

Gondang Alu-alu, untuk mengadukan segala keluhan kepada Tuhan Yang Maha Pencipta, biasanya dilakukan tanpa tarian.

Gondang Samba-samba, sebagai persembahan kepada Tuhan Yang Maha Pencipta. Semua penari berputar di tempat masing-masing dengan kedua tangan bersikap menyembah.

 

Gondang Pasu-pasuan

Yang termasuk gondang pasu-pasuan:

Gondang Sampur Mareme, menggambarkan permohonan agar dianugrahi dengan keturunan banyak.

Gondang Marorot, menggambarkan permohonan kelahiran anak yang dapat diasuh.

Gondang Saudara, menggambarkan permohonan tegaknya keadilan dan kemakmuran.

Gondang Sibane-bane, menggambarkan permohonan adanya kedamaian dan kesejahteraan.

Gondang Simonang-monang, menggambarkan permohonan agar selalu memperoleh kemenangan.

Gondang Didang-didang, menggambarkan permohonan datangnya sukacita yang selalu didambakan.

Gondang Malim, menggambarkan kesalehan dan kemuliaan seorang imam yang tidak mau ternoda.

Gondang Mulajadi, menggambarkan penyampaian segala permohonan kepada Tuhan Yang Maha Pencipta sumber segala anugrah.Anugrah pasu-pasu I ma tardok gondang sinta-sinta pangidoan hombar tu sintuhu ni na ginondangkan dohot barita ngolu. Artinya gondang pasu-pasuan merupakan penggambaran cita-cita dan permohonan sesuai dengan acara pokok dan kisah hidup.

 

Gondang Penutup

Sedangkan yang termasuk gondang penutup adalah :

Gondang Sitio-tio,menggambarkan kecerahan hidup masa depan sebagai jawaban terhadap upacara adat yang telah dilaksanakan.

Gondang Hasatan, menggambarkan penghargaan yang pasti tentang segala yang dipinta akan dalam waktu yang tidak lama. Gondang Hasatan I ma pas ni roha na ingkon sabat saut sude na pinarsinta. Artinya: Gondang Hasatan ialah suatu keyakinan yang pasti bahwa semua cita-cita akan tercapai.Lagu-lagu untuk ini biasanya pendek-pendek saja.   

 

Pakpak/Dairi


Etnis Pakpak berada di Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Barat dan sebagainya bertempat tinggal di Aceh Singkil (Boang) dan tapanuli Utara/Tengah (Kelasen). Asal etnis Pakpak diperkirakan berasal dari India melalui Barus atau Singkil dan menurut penelitian, tempat pertama suku Pakpak adalah Kuta Pinanggar (Kecamatan Salak) keturunan dari si Kada dan istrinya Lona. Kemudian lahir anaknya yang bernama si Hiang dengan turunannya 7 orang yaitu, Haji (Banua Harhar), si Raja Pako (Sicike-cike), Pubada (Aceh Singkil), Ranggarjodi (Buku Tinambunan), Mbello (Salalan Rumerah), Sanggir (Kelasen/Taput), dan Bata (tidak diketahui kemana perginya)


Pada masyarakat Pakpak dairi juga terdapat ansambel musik yang dikenal dengan Genderang sisibah.

Genderang Sisibah terdiri dari:

·        Sembilan Gendang (salah satu sisinya diletakkan dalam satu rak yang dipukul menggunakan stik). Gendang ini dipakai untuk mengiringi upacara adat yang ada di Pakpak Dairi.

·         Melus Bulung Bulu

·         Melus Bulung Sempula

·         Melus Bulung Simburnaik

·         Kalondang (xylophone)

·        Lobat (aerophone), lobat biasa ditiup oleh seorang yang menyadp getah kemenyan serta bernyanyi tentang keluh kesah hidupnya, nyanyian disebut Odhong-odhong. Odhong-odhong dinyanyikan diatas pohon, atau nyanyian rimba.

·        Sedam, bisanya dipakai seseorang utuk melepaskan lelah ketika menggembalakan ternak di pagang rumput.

·         Kecapi

·         Gong

 

Disamping alat musik tersebut ada juga ansambel Genderand si Pitu yang terdiri dari:

·        Tujuh Gendang, diletakkan pada satu rak

·        Kalondang, biasanya dimainkan dengan melodi yang sama dengan vokal dengan pukulan Gendang yang variatif.

 

Sejauh ini tradisi musuk Pakpak Dairi belum banyak mengalammi perubahan-perubahan.

 


Dari Keseluruhan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa musik merupakan bagian yang tak terpisahkan dari seluruh suku. Bagi masyarakat Toba dan Pakpak musik memiliki peranan yang cukup penting dalam kehidupan. Kita sebagai generasi penurus seharusnya melestarikan musik daerah kita agar kesenian dan kebudayaan tidak musnah seiring perkembangan zaman.

Keanekaragaman budaya Indonesia merupakan satu dari beberapa yang kaya akan budaya. Keanekaragaman budaya Indonesia ini jangan sampai di rebut oleh negara-negara lain yang iri akan kekeyaan Indonesia.

Pada zaman perkembangan IPTEK, kita sadari bahwa hampir seluruh aspek kebudayaan tidak lagi di minati oleh remaja. Hadirnya alat mesik Elektrinik sanggat berpengaruh besar dalam perkembangan musik daerah yang semakin tertelan dalam perkembangan zaman.

Hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melestarikan dan mengembangkan musik tradisional yang mulai hilang tertelan zaman.

0 komentar:

Poskan Komentar