Kamis, 16 Mei 2013

Posted by Unknown |

Sehubungan dengan tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan, saya dengan teman kelompok saya (Nadela, Karin, Ribka, dan Tefan) telah mencoba menyimpulkan metode pembelajaran di Sekolah Luar Biasa. Kita tahu terdapat 6 jenis Sekolah Luar Biasa, yakni :

1. SLB A : untuk anak tunanetra
2. SLB B : untuk anak tunarungu
3. SLB C : untuk anak tunagrahita
4. SLB D : untuk anak tunadaksa
5. SLB E : untuk anak tunalaras
6. SLB G : untuk anak cacat ganda

Tiap sekolah memiliki programnya masing-masing untuk membantu dan mengembangkan kemampuan serta kemandirian pada anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus.
 
Kami telah mendiskusikannya, demikianlah hasil diskusi kami :
 
Pembelajaran di SLB A
Sekolah luar biasa A adalah sekolah yang hanya memberikan pelayanan pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus yaitu hanya kepada anak tunanetra. Tunanetra adalah Individu yang mengalami hambatan dalam penglihatan atau ketidakberfungsian organ penglihatan.
Klasifikasi Tunanetra
Klasifikasi anak tunanetra berdasarkan waktu terjadinya waktu terjadinya ketunanetraan,menurut lowenfeld :
1    Tunanetra sebelum dan sejak lahir : dimana individu sama sekali tidak memiliki pengalaman penglihatan
2    Tunanetra pada usia kecil : dimana individu telah memiliki kesan-kesan serta pengalaman visual tetapu belum kuat dan mudah terlupakan
3    Tunanetra pada usia sekolah atau pada masa remaja :dimana individu telah memiliki kesan-kesan visual yang meninggalkan pengaruh mendalam terhadap proses perkembangan pribadi
4    Tunanetra pada usia dewasa : dimana individu yang pada umumnya sudah mampu melakukan latihan-latihan penyesuaian diri.
5    Tunanetra pada usia lanjut : dimana individu sebagian besar individu sudah sulit mengikuti latihan-latihan penyesuaian diri
6    Tunanetra akibat bawaan (partial sight bawaan)
 
Klasifikasi anak tunanetra berdasarkan kemampuan daya penglihatan
1        Tunanetra Ringan ( Defective Vision / Low Vision)
Tunanetra ringan merupakan  individu yang memiliki hambatan dalam penglihatan tetapi masih dapat mengikuti program-program pendidikan dan mampu melakukan pekerjaan/kegiatan yang menggunakan fungsi penglihatan
2        Tunanetra Setengah Berat (Partially Sighted)
Tunanetra setengah berat merupakan individu yang kehilangan sebagian daya penglihatan, tetapi mampu mengikuti pendidikan biasa dengan menggunakan kaca pembesar ataupun hanya bisa membaca tulisan yang bercetak tebal.
3        Tunanetra Berat ( Totally Blind)
Tunanetra berat merupakan individu yang sama sekali tidak dapat melihat.
Klasifikasi pada tunanetra dibuat berdasarkan :
a.      Karakteristik Anak Tunanetra
Fisik (Physical)
Gejala tunanetra yang dapat diamati dari segi fisik diantaranya :
ü  Mata juling
ü  Sering berkedip dan gerakan mata cepat
ü  Menyipitkan mata
ü  (Kelopak) mata merah
ü  Mata infeksi dan selalu berair
ü  Pembengkakan pada kulit tempat tumbuh bulu mata. 
Perilaku (Behavior)
Ada beberapa gejala tingkah laku yang tampak sebagai petunjuk dalam mengenal anak yang mengalami gangguan penglihatan secara dini :
ü  Menggosok mata secara berlebihan.
ü Menutup atau melindungi mata sebelah, memiringkan kepala atau mencondongkan kepala ke depan.
ü  Sukar membaca atau dalam mengerjakan pekerjaan lain yang sangat memerlukan penggunaan mata.
ü  Berkedip lebih banyak daripada biasanya atau lekas marah apabila mengerjakan suatu pekerjaan.
 
Psikis
Mental / Intelektual
Intelektual atau kecerdasaran anak tunanetra pada umumnya tidak berbeda jauh dengan anak normal. Kecenderungan IQ anak tunanetra berada pada batas atas sampai pada batas bawah, sehingga ada anak tunanetra yang pintar, cukup pintar, dan tidak pintar. Intelegensi mereka lengkap yakni memiliki kemampuan dedikasi, analogi, asosiasi dan sebagainya. Mereka juga punya emosi negatif dan positif, seperti sedih, gembira, punya rasa benci, kecewa, gelisah, bahagia dan sebagainya.
Sosial
Hubungan sosial yang pertama sekali terjadi pada anak adalah hubungan dengan anggota keluarga (ayah, ibu, saudara). Terkadang, ada orang tua yang tidak siap menerima kehadiran anak tunanetra, sehingga muncul ketegangan (masalah) dalam keluarga tersebut.
Tunanetra mengalami hambatan dalam perkembangan kepribadian dengan timbulnya beberapa masalah, yaitu:
1)      Curiga terhadap orang lain
2)      Perasaan mudah tersinggung
3)      Ketergantungan yang berlebihan
 
Strategi Pembelajaran Anak Tunanetra
Permasalahan strategi pembelajaran dalam pendidikan anak tunanetra didasarkan pada dua pemikiran, yaitu :
1        Upaya memodifikasi lingkungan agar sesuai dengan kondisi anak (di satu sisi).
2       Upaya pemanfaatan secara optimal indera-indera yang masih berfungsi, untuk mengimbangi kelemahan yang disebabkan hilangnya fungsi penglihatan (di sisi lain).

Prinsip-Prinsip Pembelajaran Anak Tunanetra
Prinsip Individual
Prinsip Individual adalah prinsip umum dalam pembelajaran manapun (PLB maupun pendidikan umum) guru dituntut untuk memperhatikan adanya perbedaan-perbedaan individu. Dalam pendidikan tunanetra, dimensi perbedaan individu itu sendiri menjadi lebih luas dan kompleks. Di samping adanya perbedaan-perbedaan umum seperti usia, kemampuan mental, fisik, kesehatan, sosial, dan budaya, anak tunanetra menunjukkan sejumlah perbedaan khusus yang terkait dengan ketunanetraannya (tingkat ketunanetraan, masa terjadinya kecacatan, sebab-sebab ketunanetraan, dampak sosial-psikologis akibat kecacatan, dll). Secara umum, harus ada beberapa perbedaan layanan pendidikan antara anak low vision dengan anak yang buta total. Prinsip layanan individu ini lebih jauh mengisyaratkan perlunya guru untuk merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan keadaan anak. Inilah alasan dasar terhadap perlunya (Individual Education Program – IEP).
Alat Pendidikan
Alat pendidikan bagi tunanetra terdiri dari alat pendidikan khusus, alat bantu, dan alat peraga:

  • Alat pendidikan khusus: reglet dan pena, mesin tik brailer, printer brailer, abacus

  • Alat bantu : alat bantu perabaan (buku-buku) dan alat bantu pendengaran (kaset,CD,talkingbooks)

  • Alat peraga : alat peraga tactual atau audio yaitu alat peraga yang dapat diamati melalui perabaan atau pendengar
Tenaga pendidikan yang dibutuhkan antara lain:

  • Guru

  • Psikolog

  • Dokter mata

  • Optometris
Metode yang dipakai adalah metode tematik integrative.
Posted by Unknown |

Karya musik nonvokal Batak Toba

 
Gondang Sabangunan

Banyak istilah yang diberikan para ahli kebudayaan ataupun istilah dari masyarakat Batak itu sendiri terhadap gondang sabangun,yaitu Agung sebangunan,Gondang parhohas na ualu dan sebagainya.

Dari istilah tersebut yang paling menarik adalah “parhohas na ualu” yang mempunyai pengertian perkakas nan delapan. Istilah imi umumnya dipakai oleh tokoh-tokoh yua saja,dan biasanya disambung lagi dengan kalimat “simaningguak di langit natondol ditano”(artinya berpijak diatas tanah sampai juga kelangit). Menurut keyakinan Batak Toba dahulu,apabila gondang sabangunan tersebut dimainkan,maka suaranya akan terdengar sampai kelangit dan semua penari mengikuti gondang itu dan melompat-lompat seperti kesurupan diatas tanah (na tondol di tano).

Gondang sabangunan sebagai kumpulan alat-alat musik tradisional Batak Toba,terdiri dari:Taganing,sarune,ogling oloan,ogling ihutan, ogling panggora dan ogling doal. Berikut fungsi masing-masing instrumen:

 
v    Taganing

Taganing memiliki tanggung jawab dalam penguasaan repertoar  dan memainkan melodi bersama-sama sarune. Repetoar berfungsi sebagai pembawa melodi,tapi pada penyajian gondang taganing berfungsi sebagai “pengabda” atau “dirigen” dengan isyarat-isyarat ritme yang harus dipatuhi oleh seluruh anggota ensambel dan pemberi semangat kepada pemain lainnya.

Taganing adalah drum set melodis(drum-chime),yaitu terdiri dari lima buah gendang yang gantungan dalan sebuah rak.Bentuknya sama dengan gondang hanya ukurannya bermacam-macam. Yang paling besar adalah gandang paling kanan dan semakin kekiri ukurannya semakin kecil serta nadanya juga demikian.

 
v    Sarune

Sarune berfungsi sebagai alat untuk memainkan melodi lagu yang dibawakan oleh taganing.

 
v    Ogung Oloan

Ogung Oloan mempunyai fungsi sebagai instrumen ritme konstan yaitu memainkan dengan lagu model yang tetap.

Oloan ini terbuat dari bahan metal/perunggu dengan sistem cetak.Sekarang ini terbuat dari bahan besi pelat yang dibentuk sedemikian rupa.Untuk membedakannya dengan suara ogung lainnya lainnya maka tuning yang dilakukan adalah dengan menempelkan geteh puli dibagian gong tersebut. Ukuran Oloan garis tengah lebih kurang 32,5 cm,tinggi 7 cm,dan bendulan ditengah dengan diameter lebih kurang 10 cm.

Oloan dipukul pencunya dengan stik yang terbuat dari kayu dan pangkal ujungnya dilapisi dengan kain atau karet.

 
v    Ogung Ihutan

Ihutan berukuran dengan garis tengah 31 cm,tinggi 8 cm,diameter pencu 11 cm.Ritmenya konstan dan litany sehingga bunyi sahut-sahutan antara dua gong disebut polol-polol.

 
v    Ogung Panggora

Bunyi gong ini adalah “pok”. Bunyi ini timbul karena gong ini pencunya dengan stik dipukul sambil berdiri dan sisinya dimunte (diredam) oleh tangan. Gong ini adalah gong terbesar diantara keempat gong tersebut yang mempunyai ukuran garis menengh 37 cm,tinggi(tebal) 6 cmdan diameter pencunya lebih kurang dari 13 cm.

 
v    Ogung Doal

Ogung Doal dengan bunyi “kel” sehingga apabila dimainkan secara bersamaan dengan gong panggora akan kedengaran pok - kel - pok – kel dan seterusnya dengan ritem yang tidak berubah-ubah sampai komposisi sebuah gondang habis.

 
Gondang Hasapi

Ensambel gondang hasapi adalah ensambel musik dengan menggunakan hasapi sebagai pembawa melodi disertai alat musik sulim. Hasapi ende digunakan sebagai pembawa melodi dan garantung sebagai pembawa tempo.

 
v    Garantung

Garantung adalah jenis alat pukul yang terbuat dari wilahan kayu (xylophone) yang terbuat dari kayu ingol dan dosi. Garantung terdiri dari 7 wilahan yang digantungkan di atas kotak yang sekaligus sebagai resonatornya.Masing-masing wilahan mempunyai nada yaitu, 1 (do), 2 (re), 3 (mi), 4 (fa), 5 (sol), 6 (la), 7 (si) kemudian disambungkan ke tali.

Garantung dimainkan dengan dua buah stik untuk tangan kiri dan kanan.Alat musik ini dapat dimainkan secara solo (tunggal),namun dapat dimainkan dalam satu ensambel.

 
v    Sulim   

Sulim adalah alat musik tiup yang terbuat dari bambu seperti seruling atau suling. Sulim memiliki 6 lubang nada dengan jarak antara satu lubang nada dengan lubang nada lainnya dilakukan berdasarkan pengukuran-pengukuran tradisional.

Perbedaan sulim ini dengan suling-suling yang lain adalah suara yang dihasilkan selalu bervariasi. Hal ini dikarenakan adanya satu lubang yang dibuat khusus untuk menghasilkan vibrasi.

 
v    Tagading Odap

Odap adalah gendang dua sisi berbentuk konis.Odap juga terbuat dari bahan kayu nangka dan kulit lembu serta tali pengencang terbuat dari rotan. Ukuran tingginya lebih kurang 34-37 cm,diameter membran sisi satu 26 cm dan diameter membran sisi 2 lebih kurang 12-14 cm.

 
v    Sarune Etek

Sarune etek merupakan alat musik aerophone.Sarune etek diunakan sebagai pembawa melodi.

 
v     Hasapi Ende

Hasapi ende merupakan alat musik jenis chordophone.Hasapi ende digunakan sebagai pembawa melodi.

 
v    Hesek

Hesek adalah instrumen musik pembawa tempo utama dalam ensambel musik gondang hasapi. Hesek merupakan alat musik perkusi konkusi. Hesek terbuat dari bahan metal,namun ukurannya relatif jauh lebih kecil dengan diameter lebih kurang 10-15 cm.

Hesek berfungsi sebagai  menuntun instrumen lain secara bersama-sama dimainkan. Tanpa hesek,permainan instrumen akn terasa kurang lengkap.

 
Beberapa contoh gondang yang dipakai dalam upacara adat dan lainnya :

 

Gondang Mula-mula

Bentuk upcara yang termasuk gondang mula-mula antara lain:

Gondang Alu-alu, untuk mengadukan segala keluhan kepada Tuhan Yang Maha Pencipta, biasanya dilakukan tanpa tarian.

Gondang Samba-samba, sebagai persembahan kepada Tuhan Yang Maha Pencipta. Semua penari berputar di tempat masing-masing dengan kedua tangan bersikap menyembah.

 

Gondang Pasu-pasuan

Yang termasuk gondang pasu-pasuan:

Gondang Sampur Mareme, menggambarkan permohonan agar dianugrahi dengan keturunan banyak.

Gondang Marorot, menggambarkan permohonan kelahiran anak yang dapat diasuh.

Gondang Saudara, menggambarkan permohonan tegaknya keadilan dan kemakmuran.

Gondang Sibane-bane, menggambarkan permohonan adanya kedamaian dan kesejahteraan.

Gondang Simonang-monang, menggambarkan permohonan agar selalu memperoleh kemenangan.

Gondang Didang-didang, menggambarkan permohonan datangnya sukacita yang selalu didambakan.

Gondang Malim, menggambarkan kesalehan dan kemuliaan seorang imam yang tidak mau ternoda.

Gondang Mulajadi, menggambarkan penyampaian segala permohonan kepada Tuhan Yang Maha Pencipta sumber segala anugrah.Anugrah pasu-pasu I ma tardok gondang sinta-sinta pangidoan hombar tu sintuhu ni na ginondangkan dohot barita ngolu. Artinya gondang pasu-pasuan merupakan penggambaran cita-cita dan permohonan sesuai dengan acara pokok dan kisah hidup.

 

Gondang Penutup

Sedangkan yang termasuk gondang penutup adalah :

Gondang Sitio-tio,menggambarkan kecerahan hidup masa depan sebagai jawaban terhadap upacara adat yang telah dilaksanakan.

Gondang Hasatan, menggambarkan penghargaan yang pasti tentang segala yang dipinta akan dalam waktu yang tidak lama. Gondang Hasatan I ma pas ni roha na ingkon sabat saut sude na pinarsinta. Artinya: Gondang Hasatan ialah suatu keyakinan yang pasti bahwa semua cita-cita akan tercapai.Lagu-lagu untuk ini biasanya pendek-pendek saja.   

 

Pakpak/Dairi


Etnis Pakpak berada di Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Barat dan sebagainya bertempat tinggal di Aceh Singkil (Boang) dan tapanuli Utara/Tengah (Kelasen). Asal etnis Pakpak diperkirakan berasal dari India melalui Barus atau Singkil dan menurut penelitian, tempat pertama suku Pakpak adalah Kuta Pinanggar (Kecamatan Salak) keturunan dari si Kada dan istrinya Lona. Kemudian lahir anaknya yang bernama si Hiang dengan turunannya 7 orang yaitu, Haji (Banua Harhar), si Raja Pako (Sicike-cike), Pubada (Aceh Singkil), Ranggarjodi (Buku Tinambunan), Mbello (Salalan Rumerah), Sanggir (Kelasen/Taput), dan Bata (tidak diketahui kemana perginya)


Pada masyarakat Pakpak dairi juga terdapat ansambel musik yang dikenal dengan Genderang sisibah.

Genderang Sisibah terdiri dari:

·        Sembilan Gendang (salah satu sisinya diletakkan dalam satu rak yang dipukul menggunakan stik). Gendang ini dipakai untuk mengiringi upacara adat yang ada di Pakpak Dairi.

·         Melus Bulung Bulu

·         Melus Bulung Sempula

·         Melus Bulung Simburnaik

·         Kalondang (xylophone)

·        Lobat (aerophone), lobat biasa ditiup oleh seorang yang menyadp getah kemenyan serta bernyanyi tentang keluh kesah hidupnya, nyanyian disebut Odhong-odhong. Odhong-odhong dinyanyikan diatas pohon, atau nyanyian rimba.

·        Sedam, bisanya dipakai seseorang utuk melepaskan lelah ketika menggembalakan ternak di pagang rumput.

·         Kecapi

·         Gong

 

Disamping alat musik tersebut ada juga ansambel Genderand si Pitu yang terdiri dari:

·        Tujuh Gendang, diletakkan pada satu rak

·        Kalondang, biasanya dimainkan dengan melodi yang sama dengan vokal dengan pukulan Gendang yang variatif.

 

Sejauh ini tradisi musuk Pakpak Dairi belum banyak mengalammi perubahan-perubahan.

 


Dari Keseluruhan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa musik merupakan bagian yang tak terpisahkan dari seluruh suku. Bagi masyarakat Toba dan Pakpak musik memiliki peranan yang cukup penting dalam kehidupan. Kita sebagai generasi penurus seharusnya melestarikan musik daerah kita agar kesenian dan kebudayaan tidak musnah seiring perkembangan zaman.

Keanekaragaman budaya Indonesia merupakan satu dari beberapa yang kaya akan budaya. Keanekaragaman budaya Indonesia ini jangan sampai di rebut oleh negara-negara lain yang iri akan kekeyaan Indonesia.

Pada zaman perkembangan IPTEK, kita sadari bahwa hampir seluruh aspek kebudayaan tidak lagi di minati oleh remaja. Hadirnya alat mesik Elektrinik sanggat berpengaruh besar dalam perkembangan musik daerah yang semakin tertelan dalam perkembangan zaman.

Hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melestarikan dan mengembangkan musik tradisional yang mulai hilang tertelan zaman.

Senin, 06 Mei 2013

Posted by Unknown |

Sumatra Utara adalah salah satu Provinsi yang didiami oleh suku bangsa majemuk atau heterogen. Sedikitnya ada 9 etnis yang mendiami daerah ini, yaitu: Melayu, Mandailing, Karo, Pak-Pak/Dairi, Nias, Jawa, Tamil, Toba, dan suku bangsa lain yang sudah lama tinggal di Sumatra Utara. Keanekaragaman ini membuat Sumatra Utara kaya akan Budaya dan Adat Istiadat dari setiap etnis ini.
Seperti kita tahu Sumatra Utara di tempati oleh multi-etnik, tentunya hal-hal ini berpengaruh pada jenis-jenis kesenian yang dimilikinya. Masing-masing etnis tetap mampertahankan keseniannya masing-masing. Walaupun terjadi persentuhan budaya, tetapi kita dapat membedakan jenis-jenis kesenian ini dari gaya, bentuk, melodi-melodinya. Walaupun  Toba, Pak-pak, Karo, Mandailing, termasuk kedalam suku Batak, tetapi kebudayaan musikal mereka sangat berbeda sekali.
Oleh karna itu dalam tulisan ini saya akan memperjelas perbedaan antara kebudayaan-kebudayaan ini, khususnya antara Musik Tradisional Toba, dan Pak-Pak/Dairi. Kami akan membahas jenis-jenis ansambel yang digunakan pada setiap etnisnya danjenis-jenis alat musik yang digunakan.

Musik Batak Toba

Karya Musik Vokal Batak Toba

Dalam peradabannya musik tradisional Batak Toba memiliki 6 macam bentuk karya musik vokal,yakni: Joting, Tumbas, Andung, Oing, Dideng-Didang-Doding dan Ende.

Joting

Joting adalah seni suara dengan syair beraturan dipadukan dan gerak yang seragam. Permainan joting biasanya ramai pada saat bulan purnama usai panen raya. Dalam menyanyikan joting seorang bernyanyi dan diiringi dengan irama koor kelompok sehingga teerdengar seperti suara gendang dan gong seperti “toh…tohhh,joing dagido….doh….doh….”. Kadang diselingi dengan kata “jolo ingot asa dok”.
Pada joting remaja biasanya terbagi dalam dua kelompok,laki-laki dan perempuan. Kedua kelompok ini menyesuaikan irama dan gerak dengan syair yang berisi pujian, sanjungan, ejekan, sindiran dari kedua kelompok. Ada upaya mengalahkan dalam permainan ini dalam penguasaan syair yang berbalasan.Joting ini juga disebut “Maralo-alo”.
Permainan joting, baik untuk generasi muda tidak bisa dilakukan dilakukan diluar halaman perkampungan, sehingga para orangtua ikut menyaksikan dari samping rumah masing-masing. Walau ada kalimat ejekan dan sindiran, tapi tidak bertujuan menghina dan merendahkan pihak lawan. Inti joting generasi muda adalah merayu dan mengajak pertemanan.
Pada daerah pesisir Danau Toba ada juga dikenal Joting Sulu Bolon.Joting ini dimainkan saat mendayung sampan besar yang berisi sekitar 12 orang. Seorang bernyanyi dan semua pengayuh menymbutnya dengan suara “olo baaaa”sambil mengayunkan dayungnya. Dengan joting ini mereka dapat mengesampingkan rasa lelah dan membangun kekompakkan.
Joting yang dimainkan para orangtua dan Joting Solu Bolon biasanya menggunakan syair menyambung hingga merupakan cerita kehidupan.Syair ini disebut “sidedeng”. Ada syair pembuka joting ini berkata :

“Tabo-tabo nin ulok da angkup ni dulang natata
Hatahon ma sededeng da nunga dampak angka raja.”

Sidedeng dalam Joting Solu Bolon dibawah ini adalah nyanyian “parluga” dari Pangururan menuju Tigaraja yang ditempuh hampir 5 jam.Kadang mereka berhenti melepas lelah di beberapa tempat seperti di Hatoguan dan Onanrunggu.Semua riwayat perjalanan mereka itu dinyanyikan dengan joting saat mendayung sampan.Kadang mereka menyanyikannya di halaman rumah pada bulan purnama untuk mengenang perjalanan mereka itu.
Nilugahon solu bolon                          Huhut marsisungkunan
Solu parsampulan                                Padomuhon Ta hi 
Manopinopi dolok                               Mangalului hangoluan
Sian tao ni Pangururan                        Nangnang ma manghatai
Binolus ma Simbolon                          dst…
Sahat ma disi
Huhut ma marnapuran

Tumbas

Joting pada umumnya dimainkan dengan duduk berkeliling dan bergantian pelantun lagu berdiri untuk bernyanyi. Tumbas mirip dengan joting tapi semua pemainnya berdiri dan menari bergerak seragam sambil bernyanyi. Gerakan mereka didominasikan gerakan tortor, tapi ada kombinasi hentakan kaki dan mengayun disertai menepuk lutut dengan kedua tangan dilanjutkan dengan bertepuk tangan. Paduan gerak dan nyanyian ini disebut TUMBAS sementara syair lagunya ada kata “tumba”. ”Tumba” adalah syairnya,”Embas” adalah gerakannya. Dalam permainan ini semakin berkembang kreasi “maralo-alo” dari joting dengan versi gerakan yang mengiringi syairnya yang berbalasan antara laki-laki dan perempuan.
Semakin lama permainan ini dipengaruhi dengan gerakan tari Melayu pada daerah perbatasan Toba dengan Sipirok. Mereka pun mulai dengan memadukan nyanyian melayu dalam permainan itu. Semakin lama mereka mempopulerkan permainan itu dengan sebutan TUMBA saja karena “embas” tortor batak semakin dihilangkan dan didominasi “joget” melayu.Dalam Tumba saat ini tidak ada lagi terlihat kesan Joting dan Tumbas yang dulunya sangat terkenal dengan berbalas pantun dalam nyanyian atau “maralo-alo”.

Andung

Andung adalah ratatapan. Barang tentu nuansanya adalah kesedihan. ”Tangis”dapat saja dengan mencucurkan air mata dengan iringan kata-kata yang bebas.”Angguk” adalah ratapan yang bernuansa histeris. Bila tangisannya diiringi dengan suara yang menggelegar dengan hempasan tubuh sembarangan disebut ”Angguk Bobar”
Andung sangat berbeda dengan kedua tangisan itu.Andung dapat membuat orang yang mendengarnya terpana, terpesona, terpancing untuk meneteskan air mata. Pengandung yang lihai biasanya menutupi kepalanya dengan ulos sehingga tidak dapat diketahui mimik wajahnya ataupun kemungkinannya meneteskan air mata. Walau tidak terikat dengan syair yang beraturan,bahasa andung sangat spesial dan jarang diucapkan dalam bahasa sehari-hari. Andung adalah perpaduan Tangis,Oing dengan sisipan “anggis” berupa jeritan suara sebagai sela antara kalimat andung.

Oing

Oing mirip dengan nyanyian sinden Jawa. Namun oing ini kebanyakan mengutarakan suka-duka dan pengharapan. Biasanya dinyanyikan perlahan dan dalam kesendirian. Saya pernah mendengar nenek saya “maroing” pada tengah malam sambil “manirat” ulos. ”Ompung Doli” saya dari ibu pernah juga saya dengar “maroing” saat merajut “hirang” (keranjang). Oing mirip dengan andung tapi tonenya agak rendah. Oing sering menjadi selipan pada seni ”marturiturian” (bercerita).

Dideng-Didang-Doding

“Dideng” berupa seni suara bernuansa sanjungan dan dorongan kepada seseorang. Dulu ada nyanyian untuk mendorong para pejuang untuk bersemangat dalam perjuangan. Dideng ada juga merupakan nyanyian sanjungan kepada para raja seperti Raja Sisingamangaraja dan Raja Uti. Dalam versi lain ada juga ditujukan kepada anak-anak untuk rajin, berbudi luhur.
Para petani dengan menggunakan kerbau membajak dan meratakan tanah sering juga menggunakan irama menyemangati “mitra kerjanya” itu. Mereka berkomunikasi Dengan kerbau itu tidak mengandalkan cabuk saya,tapi dengan bahasa,dengan irama yang mengalun mirip dengan “dideng” tapi tidak dalam bentuk nyanyian.
Didang tidak merupakan seni suara,tapi merupakan sikap menyanjung seseorang. Seorang bayi dipangku dan diayun pelahan disebut “mandidang”,kadang diiringi nyanyian untuk meninabobokan. Dalam acara adat yang diiringi gondang,hulahula disambut dengan tarian sambilmundur dapat diartikan “mandidang”. Gondang untuk itu biasanya dari bagian “didang-didang” yang diciptakan beragam seperti “didang-didang” parsaoran dan didang-didang parsinabul dll”
Doding ada dua bagian. Doding yang merupakan kepandaian merangkai kata-kata untuk menyemangati seseorang atau kelompok orang. Yang kedua doding merupakan rangkaian kata-kata bentuk nyanyian yang tujuan sama seperti diatas. Orangtua yang bertepuk tangan sambil bernyanyi menyemangati anak yang belajar berdiri termsuk “mandoding”. Doding hampir sama dengan Dideng,tapi untuk sanjungan untuk orang yang dihormatitidak disebut “mandoding”.

Ende

Dalam permainan Jotimg,diawali dengan penyesuaian komposisi suara pengiring/peserta hingga mirip irama gondang atau irama yang sesuai dengan jenis joting yang akan dimainkan. Bila komposisi suara itu sudah stabil, seseorang berdiri dan memulai nyanyiannya. Kadang ketika ia bingung memulai, seseorang memberikan dorongan; “Endehon…endehon” atau “Suan…suan”.
Semua syair yang dinyanyikan oleh pemain joting dan tumbas disebut Ende.Oing juga sering disebut Ende. Anak yang melantunkan dengan kata-kata sesuai kehendaknya disebut Ende-ende Ni Boru.
Para seniman batak dahulu sering mengamati nyanyian seorang wanita dan dan mereka membuat irama itu menjadi “Gonsi” (gondang). Kemudian muncullah gondang dengan judul, seperti “Ende-ende Ni Bori Simbolon”. Kemudan irama ini dipoles lagi menjadi “Pangelek-elek Ni Boru Simbolan”
Ende-endi Ni Boru Naipos-pos juga dikenal pargonsi hingga saat ini dengan sebutan Gondang Ni Boru Naipospos. Banyak Legenda gadis Batak dari berbagai Marga yang memiliki gondang dari Ende-nya yang kemudian disebut menjadi Gondang-nya.

Seni suara dan gerak tari dari suku Batak bini mulai punah seiring dengan hilangnya pemahaman dasar tentang kesenian Batak lama. Gondang sering di klaim dengan unsur “Kesesatan” seiring dengan itu kesenian lainpun dijauhkan.
Kemudian muncul keinginan pengamat kesenian Batak unutuk mengembangkannya, namun tidak didasari dari akar kesenian itu berasal. Misalnya “Tumba” yang menjadi acuan dan diperkuat dengan seni Opera batak yang mempopulerkan tumba dalam pementasannya.


Jumat, 03 Mei 2013

Posted by Unknown |

Akibat yang Timbul Karna Kurangnya Cinta Kasih Orangtua         

              a.  Anak Menjadi Nakal

Anak yang tidak lagi mendapat perhatian dan cinta kasih dari orangtuanya bisa saja menjadi nakal dan tak terkendali. Anak bisa saja melakukan hal yang tidak baik seperti merokok, berkelahi dengan teman, membolos, minum minuman keras, kebut-kebuten di jalan raya, dan lain- lain. Hal ini bisa saja berkembang kearah yang berbau kriminalitas.

b. Hubungan Orangtua dan Anak menjadi Buruk

Karna menurunnya perhatian dan cinta kasih orangtua terhadap anak, bisa saja hubungan antara anak dan orangtuia semakin jauh dan menjadi buruk. Anak yang kehilangan cinta kasih dari orangtuanya bisa saja tidak mau lagi mendengarkan orangtuanya dan bahkan melawan orangtuanya.

c. Anak Menjadi Frustrasi

Akibat cinta kasih yang merosot anak menjadi tertekan. Perhatian yang tiba-tiba berkurang bahkan hilang dapat mengakibatkan anak menjadi terkekut atau shock. Anak tidak bisa menerima perhatian orangtuanya kepada dia menjadi hilang dan akhirnya anak menjadi stress dan frustrasi. Hal ini sangat buruk, karna dapat mengganggu pikiran anak dan membuat konsentrasi anak menjadi menurun sehingga mengganggu aktiftiasnya di kehidupan sehari-hari.

d. Keluarga Menjadi Hancur

Awalnya cinta kasih hanya berkurang kepada anak. Namun, lambat laun cinta kasih dapat berkurang dalam hubungan antara ayah dan ibu. Mereka lebih mementingkan dirinya sendiri akibat sudah memfokuskan diri pada suatu hal yang bersifat pribadi. Akibat keaadan ini, hubungan komunikasi diantara mereka menjadi sulit bahkan terputus. Untuk menyatukan pendapatpun akan sulit bagi keduanya, karna masing-masing bersikukuh pada pendapatnya.


Bahaya Psikologis

              Bahaya Psikologis yang paling serius adalah perkembangan konsep diri yang paling baik yang dapat disebabkan perlakuan anggota keluarga dan teman-teman, sebab adanya harapan-harapan yang tidak realistis sehingga anak merasa gagal karena tidak dapat mencapai tujuan yang diletakkan oleh orang tua atau disebabkan egosentrisme yang kuat. Apapun sebabnya, konsep diri yang kurang baik mudah berkembang pada awal masa kanak-kanak. Sekali berkembang konsep tersebut sulit diatasi. Hambatan konsep diri yang kurang baik adalah juga karena konsep tersebut cenderung menetap. Aspek pola kepribadian tertentu berubah selama awal masa kanak-kanak sebagai akibat dari pematangan, pengalaman, dan lingkungan sosial serta lingkungan budaya dalam kehidupan anak.


Cara Untuk Mengatasi Merosotnya Cinta Kasih Orangtua

              a.  Menghabiskan Waktu dengan Anak

                                    Orangtua bisa saja bekerja. Namun tidak boleh melupakan tugas mereka untuk mengurus anak. Orangtua dapat meluangkan waktunya untuk mengurus dan meperhatikan anaknya. Dengan demikian walaupun bekerja orangtua dapat memperhatikan anak dan tetap memberi cinta dan kasih kepada anaknya.

b.   Hadirlah untuk Anak

                                    Hadirlah untuk anak maksudnya adalah orangtua ada untuk anak. Disaat anak terlihat murung atau sedih datanglah padanya sentuhlah  kepala, bahu, dan tangan mereka. Ajak anak untuk bercerita tentang apa yang terjadi pada dirinya. Karna ada perasaan cinta dan kasih yang mengalir pada saat itu. Mungkin sentuhan itulah yang menjadi pesan terpenting.

c.    Memahami Anak

                            Karna terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan orngtua menjadi kurang mengerti dan memahami anak. Orangtua sering tidak paham akan sikap dan perilaku anak. Oleh karna itu orangtua harus bisa memehami anak dengan cara mengajak mereka untuk terbuka melalui sebuah komunikasi yang santai dan tenang.

d.   Saling Menghargai

                                    Dengan saling menghargai antara orangtua dan anak maka akan terjalin keakraban anatara keduanya. Baik orangtua maupun anak akan merasa akrab karna masing-masing sudah dapat mengerti dan memahami kemauan yang ada didalam diri masing-masing


Cara Menunjukkan Cinta Kasih Kepada Anak

a.    Menatap Lekat Wajah Anak

              Dengan menatap wajah anak, orangtua dapat mempelajari apa saja tanda-tanda yang ada, mimik wajahnya, dan pesan-pesaa  tak terungkap yang luput bila kita tidak mencarinya.Sejumlah penelitan mengatakan bahwa, banyak informasi penting yang dapat diperoleh dengan memperhatikan wajah anak-anak pada saat tidur.Sebab, pada saat itu kita dapat amati munculnya perubahan; yang baik, buruk, ataupun yang belum jelas.

b.   Belailah Mereka

              Sentuhlah kepala, bahu, dan tangaan anak anda. Tak uasah bicara. Beri senyuman dan belailah mereka. Ada kekuatan dalam kebersamaan tanpa kata-kata.

c.    Mengaso

              Tetapkalah waktu agar semua anggota keluarga bisa menghabiskan waktu bersamadi rumah tanpa melakukan apa-apa. Tanpa pembantu, pekerjaan rumah tangga, tugas kantor, kegiatan-kegiatan ekstra. Tujuannya, supaya bisa bersama-sama.

d.   Berdoa Bersama

     Dalam doa, orangtua tak ttrikat dalam batasan-batasan manusia. Doa mampu mengubah, menyembuhkan, dan melepaskan. Doa adalah hal yang utama untuk melawan dan bertahan serta menjadi alat pengingat pada saat kita putus asa. Doa adalah hubungan amapuh tang tak akan bisa terputus. Ketika orangtua tidak tahu apa yang harus di ucapkan saat berdoa, coba katakan, “Tuhan, terimakasih karena Engkau mencintai anakku, apaun yang terjadi. Amin”
 

 

Kamis, 02 Mei 2013

Posted by Unknown |

Pada zaman ini, banyak orangtua berfikir bahwa kebahagian dapat diperoleh dari harta benda saja. Sehingga mereka hanya fokus kepada pekerjaan yang mendatangkan uang atau materi. Mereka meninggalkan anak mereka di rumah dan melepas tanggungjawab mereka dengan memberikan fasilitas elektronik seperti televisi, playstasion, komputer, dan berbagai macam alat yang membuat anak mereka senang. Mereka mengalihkan tugas mereka untuk mengurus anak kepada pembantu atau babysitter. Mereka pergi bekerja di pagi hari dan pulang larut malam sehingga mereka tidak sempat melihat anak mereka bahkan berkomunikasi dengan anaknya.

 Dengan bersikap demikian, mereka menjadi sering melupakan akan anak mereka. Anak mereka menjadi terlantar di rumah dan tidak mendapat perhatian serta kasih sayang. Anak menjadi buta akan kasihsayang dan cintakasih dari orangtua. Anak tidak pernah mendapat perhatian dari orangtua. Setiap hari anak hanya di temani dan diurus oleh pembantu atau babysitter. Maka tidak jarang anak menjadi lebih akrab dengan pembantu daripada dengan orangtua mereka sendiri. Bahkan ada anak yang tidak mengenal orangtuanya karna orangtuanya terlalu sibuk bekerja dan tidak pernah di rumah.

Anak yang kurang perhatian dari orangtuanya bisa saja terseret pergaulan yang tidak baik. Anak menjadi nakal dan sulit diatur. Bahkan ada diantara mereka yang menggunakan obat-obat terlarang agar mereka bisa merasa tenang dan tidak tertekan akibat kurangnya perhatian dari orangtuanya. Banyak hal-hal aneh lain dan tidak disangka-sangka yang dapat dilakukan anak untuk melampiaskan kekesalan yang terpendam di dalam hatinya.

Faktor yang Mempengaruhi Kurangnya Cinta Kasih Orangtua 

             a.  Urusan Pekerjaan

Pada umumnya ayahlah yang bekerja dan ibu mengurusi anak di rumah. Namun pada masa ini bukan ayah saja yang bekerja, ibupun juga sudah bekerja. Dengan demikian siapakah yang mengurusi anak dirumah, sementara ayah dan ibu sibuk bekerja?. Karna situasi seperti ini maka perhatian orangtua kepada anak dapat menjadi berkurang.
 
b.   Pertengkaran antara Ayah dan Ibu

Pertengkaran yang terjadi antara kedua orangtua dapat mengurangi perhatian kepada anak. Karna pertengkaran ini, baik ayah maupun ibu butuh sesuatu yang dapat membuat diri mereka tenang dengar pergi keluar rumah. Anak menjadi korban atas situasi ini. Selain merasa tertekan anak juga akan merasakan kehilangan perhatian dari orangtuanya.

c.    Adanya Pengasuh Anak

Zaman ini sudah babnyak pengasuh anak. Orangtua sering memperkerjakan meraka untuk mengurusi anaknya. Dengan begitu orangtua dapat fokus ke hal-hal lain karna urusa ana sudah diserahkan kepada pebgasuh anak. Namun orangtua tidak sadar bahwa dengan memperkerjakan pengasuh anak, hubungan mereka dengan anaknya akan menjadi jauh. Dan kasih sayang yang dirasakan oleh anak bukanlah dari orangtuanya melainkan dari orang lain, kasih sayang yang dirasakan anak itu tidak akan sama dengan kasih sayang yang berasal dari orangtuanya sendiri.

 

 

Kamis, 25 April 2013

Posted by Unknown |
Kita tahu di Indonesia, Pendidikan Anak Usia Dini masihlah tergolong sistem pembelajaran baru. Namun, perkembangannya cukup cepat dan telah menjadi salah syarat bagi anak usia dini untuk melanjutkan kesekolah dasar. Pendidikan Anak Usia Dini ini sangat membantu anak dalam perkembangannya baik jasmani maupun fisik seorang anak. Didalam PAUD anak didik dan dibina agar mereka memiliki kesiapan untuk melanjut ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi lagi yakni Sekolah Dasar. Selain pembelajaran yang diberikan kepada anak, dalam PAUD anak juga bersosialisasi dengan teman sebaya melalui permainan  maupun belajar kelompok.
Melalui Pendidikan  Anak Usia Dini, anak pada zaman sekarang memiliki kemampuan berfikir dan berbicara yang jauh lebih baik dari pada anak pada zaman yang lampau. Hal ini sangat terlihat jelas di kehidupan kita sehari-hari dimana anak pada zaman ini sangat cerdas dalam berbicara dan berinteraksi dengan oranglain. Bahkan anak pada zaman sekarang sudah mengenal bahasa asing seperti bahasa inggris. Perkembangan sensoris dan motoris anak pada zaman sekarang  juga jauh berkembang lebih pesat dibanding anak-anak pada zaman yang lampau. Pendidikan Anak Usia Dini sungguh telah memberikan dampak yang besar bagi perkembangan anak.
Memang Pendidikan Anak Usia Dini sangat bermanfaat bagi perkembangan anak. Namun, saat ini para pengajar di PAUD sering kali terlalu memaksakan anak dalam mengerjakan tugas dan membebani anak dengan materi yang belum saatnya untuk dipahami anak.  Cara pengajar dalam menyampaikan pelajaran kepada anak terkadang terlalu sulit untuk dipahami anak  sehingga anak merasa bahwa sekolah itu bukanlah hal yang menyenangkan. Ketika anak menganggap bahwa sekolah itu tidak menyenangkan, maka ia akan memiliki rasa malas untuk bersekolah dan tidak ingin untuk bersekolah.
Untuk menghindari hal tersebut, maka baiklah seorang pengajar dapat mengajari anak-anak dengan cara yang lebih santai dan menarik minat anak. Salah satu cara yang baik dan efektif untuk seorang anak dalam proses belajar adalah dengan menyisipkan pelajaran ketika bermain atau bahkan memberikan pelajaran melalui nyanyian dan berbagai hal lainnya. Hal ini dikarena di usia anak-anak, bermain adalah hal yang paling sering dilakukan anak-anak. Sehingga pemberian pelajaran ketika anak bermain akan sangat gampang diterima anak karena anak tidak merasa senang dan tidak tertekan.
Menurut saya pribadi, Pendidikan Anak Usia Dini ini sangat baik diterapkan di Indonesia karena melaluinya anak-anak generasi penerus bangsa akan dibina dan ditempah menjadi anak yang cerdas dalam akademis maupun perilaku. Namun, hendaklah kita juga memperhatikan kesejahteraan anak melalui penyampaian pembelajaran yang  menyenangkan dan tidak memaksa anak.